
Bismilahirahmanirahiim
Kita lanjutkan kembali ya 🙂
Btw, sudah di tonton ya vidionya?
Jadi kalau kita bawaanya MAGER mulu alias males gerak, jangan berharap banyak rezeki yang bergerak
Bisaa aja sih kalau kamu anak konglomerat, atau kamu menikah sama konglomerat hehe
Ada cara lain kak?
Hmmm, kalau kita melihat kisah orang orang sukses, hampir tidak ada istilah malas gerak rezeki banyak bagi mereka
Karena sifat rezeki sendiri tidak pernah diam dan selalu bergerak,
Maka jika kita ingin mengejar rezeki yang sifatnya bergerak, maka satu satunya cara mengejarnya adalah dengan bergerak juga
Masuk akal bukan?
Karena mustahil sesuatu yang diam dapat mengejar sesuatu yang bergerak, betul ?
Lagi lagi bukan tentang apakah sudah bergerak, namun tentang apakah kita sudah bergerak dengan cepat?
Dari beberapa penjelasan diatas sudah cukup ya untuk meyakinkan kawan kawan sifat dari rezeki, yaitu bergerak 😉
Dalam surah Al Baqoroh ayat 22, Allah berfirman
الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ ۖ فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ
“Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui”
Rezeki = bergerak
Banyak bergerak = potensi banyak rezeki
Selanjutnya saya ingin mengajak teman teman flashback kembali tentang kisahnya siti hajar, teman teman ada yang kenal siti hajar kah? hehe
Dahulu kita pernah diceritakan kisah ini, berkaitan dengan asal muasal air zam zam
dimana Ibunda Siti Hajar yang berlari lari mencari air untuk anaknya Nabi Ismail yang sedang kehausan, hingga air zam zam itu tiba-tiba keluar dekat kaki Nabi Ismail kecil.
Dan ritual tersebut terus diulang hingga saat ini oleh orang yang melakukan ibadah Umrah dan Haji (Sa’i)
MasyaAllah, ternyata ada pelajaran yang sangat luar biasa yang Allah sampaikan untuk kita semua dari kisah tersebut.
Kita coba ambil hikmah dari kisah ini ya teman teman, ini adalah suatu pola yang menarik 😊
Pada saat itu Nabi Ibrahim, siti hajar dan ismail kecil pergi ke suatu lembah yang sekarang menjadi kota Makkah tempat baitul haram
Saat itu belum ada manusia yang tinggal disana.
Tidak seramai sekarang di lembah tersebut.
Hanya ada lembah pasir dan bukit tandus yang tidak ada air.
Singkat cerita Nabi Ibrahim Alaihissalam meninggalkan Siti Hajar dan bayinya di lembah tersebut
Ibunda Siti Hajar sangat sedih ditinggalkan nabi Ibrahim di tempat tersebut, karena daerah tersebut belum ada penduduknya,
Daerah yang hanya berupa padang pasir, gunung batu, tidak ada tumbuh-tumbuhan, tidak ada sumur, juga tidak ada sungai.
Bisa terbayang ya gimana rasanya di posisi beliau? ditinggal suami pergi tempat yang belum ada peradaban
Pasti sedih banget, huhu 🥺
Tapi karena keimanan siti Hajar yang luar biasa beliau hanya bertanya “Apakah Allah yang memerintah kepadamu untuk melakukan ini” ?
Nabi Ibrahim menjawab singkat “Iya”
Kemudian Siti Hajar berkata lagi, “Jadi kalau begitu, Allah tidak akan menyia-nyiakan kami. Dia akan menjaga kami”
Siti Hajar dengan tenang dan yakin ditinggalkan di lembah yang sepi, hatinya tentram karena yakin berada dalam jaminan Allah walaupun ia tinggal di gurun pasir yang sepi dan sunyi.
Tiba di suatu keadaan, Siti Hajar dan Anaknya kehabisan persediaan air minum, sedangkan Nabi Ismail kecil sangat kehausan kala itu..
Siti Hajar akhirnya ikhtiar.
Apa yang beliau lakukan?
Beliau bolak-balik dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah hingga 7 kali, dan saat yang ke 7 (terakhir)
betapa terkejutnya Siti Hajar saat menemukan pancaran air yang begitu deras di dekat telapak kaki Nabi Ismail kecil
Ya, air itu adalah air Zam-Zam yang sampai saat ini mempunyai keistimewaan dan keberkahan dengan Izin Allah.
Teman teman sekalian yang dirahmati Allah
Betapa sering kita merasa lelah dengan usaha yang tak kunjung selesai, masalah yang tak kunjung usai juga dengan permasalahan rezeki
Mari kita sama sama belajar dari kisah yang luar biasa ini 😊
Pertama, kita belajar tentang ketenangan
Kita belajar dari ketenangan Siti Hajar saat ditinggalkan oleh suami Nabiyullah Ibrahim, ibunda Hajar benar benar tenang karena tahu itu adalah perintah Allah.
Pastinya tenang beliau muncul karena yakin (iman) berada dalam lindungan Allah, rezeki dan keamanannya dalam jaminan Allah.
Lalu apa hubungannya?
Kita sudah paham, semua makhluk sudah dijamin rezekinya oleh Allah, bahkan makhluk yang melata saja sudah Allah jamin rezekinya.
Dan tidak ada satupun makhluk bergerak (bernyawa) di muka bumi melainkan semuanya telah dijamin rezekinya oleh Allah. Dia mengetahui tempat kediaman dan tempat penyimpanannya. Semua itu (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Hud: 6)
Sebagai orang beriman dan orang yang belajar (menuntut ilmu) maka kita harus paham dan tenang akan jaminan rezeki dari Allah 😇
Kedua, tentang ikhtiar yang maksimal
Bayangkan saja di tengah gurun pasir tandus yang menurut logika kita mustahil ada air, namun Ibunda Hajar tidak hanya diam dan tidak pasrah, beliau tetap bergerak melakukan Ikhtiar ikhtiar
Kita semua tahu bahwa Siti Hajar bolak balik dari shafa menuju marwah hingga 7 kali.
Mungkin kita bertanya tanya, ngapain beliau bolak balik sampai 7 kali di tempat yang sama ya?
Apakah sekali dua kali tidak cukup membuktikan kepada Ibunda Siti hajar bahwa disana memang tidak ada air?
Apakah ibunda siti hajar sudah dibisikin jawabannya sama Allah, bahwa setelah bolak balik disana sebanyak 7 kali akan keluar air?
Ternyata yang di cari oleh Bunda Siti hajar bukanlah air, beliau mencari Allah yang memberi rezeki berupa air
Yes, tugas beliau adalah berikhtiar.
Walaupun keadaan tidak memungkinkan beliau tetap harus bergerak melakukan ikhtiar.
Yang bisa ia lakukan yaitu bolak balik 7 kali Shafa ke marwah untuk mencari air, hingga akhirnya Allah datangkan keajaiban berupa air yang keluar dari dekat kaki nabi ismail
Nah, begitupun kita didalam kehidupan ini..
Walau kita berada dalam jaminan rezeki Allah, tidak berarti kita hanya diam saja dan tidak bergerak, seperti sifat rezeki yang kita ketahui yaitu bergerak.
Maka bergeraklah untuk menjemput rezeki tersebut, meskipun engkau tidak tahu (bingung) kemana arah geraknya,
mulailah lakukan pergerakan pergerakan kecil memohon kepada Allah agar terus dibimbing dalam bergerak (Ikhtiar)
Karena saat bergerak kita akan menemukan pola untuk kemudian dapat bergerak hingga sampai ke tujuan.
Banyak mereka yang super sukses karena beberapa kali gagal dalam melakukan usaha, mencoba buka usaha ini itu yang akhirnya semuanya tutup
Namun apakah mereka berhenti? Tidak, mereka terus bergerak sehingga nasib baik hadi di pihak mereka
salah satunya boleh di cek ceritanya KFC yang terus menerus ditolak
KFC ribuan kali ditolak restorannya loh, saat menawarkannya
Kalau selama proses menerima penolakan itu bapaknya berhenti dan nyerah
Mungkin gak ada KFC saat ini ya?
Kadang kita baru gagal/ ditolak sekali dua kali, udah ngerasa orang paling menderita sedunia hehe.
So, kita perlu berdamai dengan kegagalan dan penolakan, mereka yang takut dengan kegagalan adalah orang yang sudah GAGAL duluan, bahkan sebelum memulai
Selama kita bergerak, rezeki pun bergerak mengikuti, mungkin dalam usaha sebelumnya gagal, namun kegagalan sebelumnya ternyata yang mengantarkan rezeki besar di usaha usaha berikutnya
Bergeraknya kita saat ini belum tentu langsung mengantarkan kita hingga sukses, namun bergeraknya kita saat ini dapat menjadi rangkaian jembatan untuk menuju sukses
So, tugas kita hanya bergerak, simple!
“Karena kemalasan kita dan gerakan kita yang terlalu lambat, membuat kemiskinan cepat menyergap”
Kalau sudah bergerak ternyata rezekinya belum terlihat, tidak perlu khawatir, karena Allah sedang simpan dan akan diberikan di waktu yang tepat.
Syaratnya? teruslah bergerak, jangan pernah berhenti
Teruslah bergerak hingga kelelahan itu lelah mengikutimu…
Teruslah bergerak hingga kemalasan itu malas mengikuti mu..
Untuk membantu mengusir kemalasan, kita bisa baca doa untuk melawan kemalasan, sebagai berikut :
Allahumma inni a’udzu bika minal Hammi wal hazan, wa a’udzu bika minal ‘ajzi wal kasal, wa a’udzu bika minal jubni wal bukhl, wa a’udzu bika min ghalabatid dain wa qahrir rijal.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari kebingungan dan kesedihan. Aku berlindung kepada-Mu dari ketidakberdayaan dan kemalasan. Aku berlindung kepada-Mu dari kepengecutan dan kekikiran. Aku berlindung kepada-Mu dari lilitan hutang dan penindasan orang”.
Ketiga, tentang berpasrah total ke Allah
Sudah tau di gurun pasir tidak ada air, kok beliau tetap bolak balik Shafa dan Marwa? Bahkan hingga 7 kali?
Apa iya siti hajar hanya iseng membuang energi di tengah teriknya gurun pasir?
Tentu tidak, lantaran keyakinan beliau terhadap Allah, beliau tetap ikhtiar, jiwa dan raga nya terus bergerak, namun hatinya tetap dalam keyakinan dan berharapnya hanya kepada Allah, bukan ke ikhtiar yang beliau lakukan.
Jika disimpulkan..
Tugas hamba hanyalah ikhtiar, hasil adalah ranahnya Allah.
Bahkan terkadang tidak ada hubungannya, ikhtiar yang kita lakukan dengan hasil yang didapatkan.
Contoh, ibunda hajar, ikhtiarnya bolak balik shafa marwah namun hasil yang didapatkan (zamzam) nya muncul di antara kaki nabi ismail (bukan di shafa atau marwa) gak nyambung kan sama Ikhtiar yang dilakukannya?
Kalau secara logika, harusnya zam zamnya di shaha atau marwah
Pun demikian, pernah gak temen temen melakukan suatu usaha di tempat mana, namun muncul rezekinya malah dari tempat yang lain?
Pernah kan? Hehe
Maka, Ikhtiar kita adalah wujud keseriusan kita kepada Allah, bahkan seringkali tidak ada hubungannya dengan hasil yang diinginkan.
Karena tugas kita (Hamba) hanya ikhtiar/berjuang bukan untuk berhasil
So, untuk apa memusingkan hasil?
Untuk apa memusingkan sesuatu yang bukan menjadi ranah kita, yang tidak bisa kita atur atur? sehingga kita jadi stress
Betapa seringnya kita sok tahu, mengatur ngatur hasil akhir
Misal : “iyalah kakk! Kalau saya sudah melakukan ini, hasilnya ya harus seperti ini dong, titikk!”
Wah wah wah..
Jangan sampai terlalu percaya dengan ikhtiar kita sendiri, sangat halus namun dapat menggelincirkan niat dan hati 😔
Bukankah bersandar pada jaminanNya lebih penting dibanding hitung hitungan logika semata?
Kita HARUS menyempurnakan ikhtiar,tapi Kemudian pasrahkan hasil total kepada Allah
Itulah Ikhtiar yang maksimal itu atau yang kita sering sebut dengan tawakal.
Perlu kita pahami bahwa tawakkal bukanlah berserah diri saja tanpa ikhtiar (bergerak) ya ☺️
Banyak orang yang keliru dengan kata tawakkal, padahal tawakkal itu adalah ikhtiar harus maksimal dan terus bergerak, namun menyandarkan hasil kepada Allah (bukan pada ikhtiarnya).
Allah berfirman “Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya”. [Ath-Thalaq/65 : 3]
Sebagaimana tawakalnya burung 👇
Seandainya kalian benar-benar bertawakkal pada Allah, tentu kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki. Ia pergi di pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali di sore hari dalam keadaan kenyang.” (HR. Tirmidzi)
Burung saja yang gak pernah baca buku motivasi dan gak pernah sekolah aja bisa tenang, kita yang sekolah dan sering ikut seminar masa tidak tenang hehe
Seperti yang dilakukan para Nabi pun demikian
Ikhtiarnya Nabi Ibrahim hanya berjuang, berdakwah dengan segala resikonya, Allah yang datangkan nyamuk untuk membinasakan Raja Namrud.
Ikhtiarnya Nabi Musa hanya berjuang dan memberi peringatan, Allah yang pilihkan laut untuk menenggelamkan Firaun.
Ikhtiarnya Nabi Muhammad hanya berjuang dan bertahan dalam peperangan khandaq, Allah yang datangkan angin untuk membinasakan musuh.
Tugas kita apa? Yups, Tugas kita hanya terus bergerak dan ikhtiar mencari rezeki, Allah yang pilihkan datangnya rezeki dari jalan-jalanNya dan cara caraNya
Keempat, Mentuntaskan dan Menyempurnakan Ikhtiar
Dalam kisah Ibunda Siti Hajar, beliau sudah tau bahwa disana tidak ada air, namun beliau tetap bolak balik hingga 7 kali, tidak lain karena beliau berupaya menyempurnakan dan menyelesaikan ikhtiarnya kawan..
Ternyata seperti itulah menyempurnakan ikhtiar…
Terus bergerak melakukan ikhtiar hingga menemukan hasil yang didapatkan
Mohon maaf,
Banyak orang di hari ini yang berusaha dan berikhtiar seadanya/seenaknya, tidak menyempurnakan dan menyelesaikannya
Banyak orang yang berhenti sebelum waktunya berhenti..
Padahal masih ada kesempatan dan bisa berusaha dan berjuang lebih keras lagi, namun mereka sudah keburu menyerah
Misal, baru baca baca materi 30 menit kemudian datang rasa ngantuk langsung tiduran, padahal kalau cuci muka ngantuknya bisa hilang
Belajar 15 menit datang rasa bosan langsung berhenti belajarnya, padahal bisa saja kalau diubah posisi duduknya bosannya bisa hilang
Itulah yang dimaksud berhenti sebelum waktunya berhenti.
Mereka keburu berhenti sebelum menyempurnakan dan menyelesaikan ikhtiarnya..
Maka tidak heran kalau hasilnyapun seadanya, padahal berbeda lho ya antara semampunya dengan semaunya..
Semampunya itu sampai titik dimana seseorang dikatakan sudah tidak mampu lagi baru kemudian berhenti, sedangkan semaunya suka suka saja kapan mau berhenti hehe
Mereka yang senantiasa menyempurnakan ikhtiar tidak akan berhenti di tengah jalan, tidak ada istilah kerja setengah setengah, pekerjaannya harus selesai dan tuntas!
Memang menyempurnakan ikhtiar tidak selalu mudah, namun kita dapat melatihnya dengan disiplin, menentukan yang penting dan hal yang kurang penting
Kebiasaan kebiasaan seperti itu dapat membuat pekerjaan, rezeki hingga kualitas hidup kita semakin baik
Insya Allah 😊
Kelima, merasa kehausan
Teman teman, alasan apa Ibunda Hajar berlari lari hingga bolak balik 7 kali dari shafa ke marwa kalau salah satunya bukan karena dia dan anaknya merasa kehausan?
Sehingga mendesak beliau di tengah tengah gurun pasir yang sangat tandus bergerak mencari air untuk menghilangkan haus anaknya dan dirinya?
Teman teman, pernahkah kita dalam kondisi merasa sangat lapar ataupun sangat haus?
Bagaimana rasanya?
Dalam kondisi tersebut biasanya kita tidak akan kehabisan akal untuk bergerak mencari makanan apapun yang ada di rumah demi menggajal perut yang kelaparan, betul ?
Begitulah juga dalam halnya rezeki, seberapa cepat kita bergerak melakukan sesuatu, tergantung seberapa lapar dan haus kita.
Maka ingatlah agar kita terus merasa dan mempertahankan kondisi lapar dan haus.
Karena otak akan berputar serta potensi potensi terbaik akan keluar dan peluang peluang akan terbuka saat kita berada di kondisi tersebut.
Sama seperti yang kita lakukan saat lapar dan haus, segala usaha dan upaya pasti kita kerahkan untuk menemukan makanan dan minuman.
Bagaimanapun usahanya yang penting saya bisa makan dan minum, begitu bukan?
Disclaimer, tentunya minum dari jalan yang halal ya ^^
Jika ada yang berkata “Saya masih bingung apa yang mesti saya lakukan”
nah, itu tandanya mungkin dia belum terlalu lapar!
bagaimana mungkin orang yang dalam kondisi kelaparan tidak tahu apa yang harus dilakukan.
Berarti memang belum terlalu laparatau masih ada sedikit kenyang.
Kalau ada orang yang berusaha masih setengah setengah (belum menyempurnakan ikhtiar) itu pun pertanda mungkin dia belum terlalu lapar
jadi tidak ada paksaan diri untuk mau mencari makanan, karena masih belum punya alasan kuat untuk berjuang menyempurnakan ikhtiar.
Orang yang merasa kelaparan dan kehausan akan bergerak lebih cepat, pancaran matanya berbinar memperlihatkan energi yang besar
Antusiasnya sangat tinggi, mereka kelaparan sehingga menyempurnakan dan menyelesaikan Ikhtiarnya sampai benar benar dapat makanan /minuman
Sedangkan orang yang tidak merasa kelaparan dan kehausan masih sempat sempatnya santai, berleha leha, main main diiringi melangkahkan kaki dan hati yang berat dalam menjemput rezeki.
So, pertanyaannya Apakah kondisi kita saat ini masih lapar dan haus, atau merasa sudah cukup kenyang?
Tanyakan pada hati kita masing masing ya 🙂
Seberapa lapar kita mengejar sukses?
Seberapa lapar dalam mengejar keberkahan dan keberlimpahan?
Seberapa haus dalam mengejar Kekayaan dan keberlimpahan?
Kira kira begitulah 5 hikmah mahal yang bisa kita petik dan terapkan di dalam kehidupan kita
Dengan begitu semoga rezeki kita dan teman teman semua mengalirr seperti derasnya air zam zam yang terus mengalir tanpa henti
Mudah mudahan dari program Terapi Menarik Rezeki ini ada sedikit manfaat yang bisa teman teman dapat,
khususnya untuk mengumpulkan bekal bekal kebaikan persiapan kita pulang ke kampung halaman (akhirat)
Dan yang terpenting bagi kita adalah perbanyak praktek supaya ilmu ilmu yang kita pelajari ngefek (read : berdampak positif dalam kehidupan)
SESI LATIHAN DAN PRAKTIK
1. Setelah memahami bahwa sifat rezeki selalu bergerak, latih diri untuk terus bergerak misal dengan rutin membuat list to do harian (yang berdampak dengan pertumbuhan diri), teruslah bergerak berbuat kebaikan (hindari diam)
“Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain) (QS : AL Insyirah 7)”
Lelah? memang, dunia tempat kita berlelah lelah untuk mengumpulkan bekal terbaik
2. Setelah mencapai satu titik pencapaian kecil, jangan lupa bersyukur dan memberikan apresiasi kepada diri sendiri
Tidak perlu muluk muluk, misalnya berhasil menyelesaikan satu tugas lumayan besar apresiasinya berupa nonton youtube 30 menit, atau bisa ajak keluarga makan bareng dll, sesuaikan dengan seberapa besar hasil dan budget ya
3. Miliki reflek tenang, seperti yang juga dibahas pada pertemuan sebelumnya
Ambil jeda untuk merespon sesuatu dengan tenang, jangan selalu spontan sehingga kita tidak dalam kontrol diri yang baik
3. Pada saat bekerja biasakan melakukan deep working, hindari distraksi (gangguan), sempurnakan pekerjaan (ikhtiar) hingga beres dan tuntas!
Jangan dulu berhenti kalau kamu capek, berhentilah kalau kamu sudah selesai
4 . Beberapa pertanyaan untuk bahan renungan bersama :
Seberapa lapar diri ini ingin mewujudkan impian dan visi mulia yang sudah dittuliskan?
Seberapa haus diri ini dengan kemandirian dan keberdayaan finansial?
Note : buatlah diri terus merasa lapar (temukan alasan kuat, temukan motivasi baik internal ataupun external), buatlah target lebih tinggi dari biasanya yang membuat otak berfikir keras bagaimana cara mencapainya
5. Bikin program silaturahmi ke orang orang baru yang mungkin levelnya berada diatas kita
Misalnya per minggu, per 2 minggu atau paling lama per bulan sekali
Silaturahmi dapat menambah rezeki dan memperpanjang umur, ini adalah hadist
Tangkap peluang peluang kebaikan ketika silaturahmi, bangun kolaborasi2 baru, belajar ilmu ilmu baru dari pengalaman orang lain
Untuk menjawab tugas materi ke 5 tidak perlu terburu buru hehe, jika sudah memahami dan mempraktekan semua tugasnya, boleh kemudian sharing feedbacknya ke kami yah 😊
Ditunggu ya kisah inspiratif kamu setelah mempraktekan materi di kelas TMR ini
Salam sayang,
Selalu ada cinta disetiap pesannya 🥰