Memperluas Hati

Bismillahirahmanirahiim

Assalamualaikum warahmatullah wabarokatuh

Kita lanjutkan lagi ya hehe

Jadi, inilah simpul yakin dan percaya sepenuhnya (iman) kepadaNya yang berkemas tauhid..

Dan iman inilah yang mendatangkan ketenangan lahir batin di hati kita semuanya..

“Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al Fath: 4)

Dalam surah lainya Allah berfirman:

“Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada RasulNya dan kepada orang-orang yang beriman.” (QS. Al Taubah 26)

Jika ketenangan sudah kita dapatkan, tidak ada lagi kepanikan, kekhawatiran, kekurangan, ke-grogian dan kebingungan dalam setiap keadaan.

Btw, kenapa sih kita perlu membahas ini?

Well, dunia ini adalah tempatnya ujian

Segala ujian adalah fasilitas dariNya dan pesan cinta dariNya.

Agar level keimanan kita bertambah dan semakin menjadi Hamba yang lebih baik lagi

Kehidupan penuh dengan tantangan dan ketidakpastian.

Pada saatnya, ada suatu titik kita memiliki masalah, hingga bingung apa yang harus dilakukan.

Melangkah tak ada harapan, maju kedepan seolah tak ada jalan.

Tidak sedikit yang akhirnya stress dalam kegalauan berkepanjangan.

Naudzubillah nya kalau sampai keluarga kecil di rumah yang menjadi pelampiasan emosinya 

Maka dengan memahami konsep ini semoga menjadi pemahaman yang bermanfaat untuk sekarang hingga di kemudian.

“Kak, lalu langkah ikhtiarnya seperti apa?”

Baik, yang pertama, kita terus berusaha untuk sering sering berdoa dan mengingat Allah

Allah berfirman:

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Al Ra’du: 28)

Kedua, sering mempelajari dan mentadaburi ayat2-Nya Allah

Dalam sebuah hadist Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Ia adalah ketenangan yang turun karena Al Qur`an.” (HR Bukhari)

Ketiga, punya hati yang luas

Nah ini yang kita coba bahas lebih panjang

Jadi konsep hati yang luas adalah hati yang dilandasi bukan hanya semata mata untuk nafsu pribadi

Maksudnya gimana??

Konsep sederhananya adalah hidup kita tidak hanya berperan sebagai konsumen rezeki, namun sebagai distributor rezeki bagi orang lain.

Bukan hanya untuk kepentingan diri sendiri, namun untuk kepentingan luas untuk banyak orang..

Contohnya : kita rencana mau beli mobil, kalau hati yang luas doanya akan berbeda..

Mungkin kalau doa seperti biasanya begini :

“Ya Allah, hamba pengen punya mobil, supaya kemana mana tidak kepanasan dan kehujanan, berikan saya mobil Ya Allah”
 
Hatinya luas doanya berbeda :

“Ya Allah, hamba pengen punya mobil, supaya hamba bisa memberikan tumpangan kepada orang yang membutuhkan, supaya hamba bisa membantu banyak orang dengan mobil yang Engkau titipkan Ya Allah.”

Menurut teman teman mana yang kira kira Allah lebih exited mengabulkannya?

Yang pertama apa yang kedua?

Kemungkinan besar yang kedua ya?  

Yes, benar…

Kita coba analogikan lagi ya

Misal kamu punya mobil, lalu datang dua orang dengan tujuan yang sama yaitu ingin meminjam mobil kamu..

Orang pertama meminjam mobil untuk dipakai jalan jalan pribadi dan bersenang senang..

Sedangkan orang kedua meminjam mobil untuk dipakai mengantar orang yang sakit berobat, pokoknya untuk kebermanfaatan dan keperluan banyak orang..

Kamu sendiri akan meminjamkan ke orang yang mana? Hehe

Kemungkinan besar yang kedua?

Nah, inilah hati yang luas kawan…

Hati yang tidak memikirkan kepentinganya sendiri.

Hati yang membuat Allah jatuh cinta dengan niat kebaikan yang diutamakan kepentingan bagi banyak orang

Kita bisa cek orang orang yang sukses di hari ini khususnya mereka yang beriman kepada Allah.

Kira kira hatinya luas atau sempit? 

Untuk kepentingan perut sendiri dan diri sendiri atau memikirkan kepentingan umat?

Dalam teori ekonomi, hal ini pun berlaku sama :  

Uang adalah efek ketika kita bisa menghadirkan sesuatu yang bermanfaat bagi banyak orang.

Uang tidaklah hilang

Uang hanya berpindah tangan kepada mereka yang lebih banyak manfaatnya

Mungkin ini penyebab doa terkait impian impian kita belum terkabul.

Karena mungkin niatnya masih sempit.

Hanya untuk kepentingan diri sendiri, hanya untuk mengenyangkan perut sendiri

Allah itu tau angka cukupnya kita  

Contoh:

Diri kita angka cukupnya 3 juta perbulan, maka Allah titipkan juga segitu (PAS). 

Betul yah?

Bahkan jika gaji perbulan 2 juta, tapi kebutuhan bulanan 3 juta.

Entah dari mana datangnya, kebutuhan bulanan bisa tercukupi semua, pernah merasakan yah?

Kira kira begitulah konsep dari rezeki, bukan berpatokan pada gaji, namun Allah yang mencukupi

Jika dengan hati yang luas, kita tidak hanya memikirkan kecukupan dan kebutuhan untuk diri sendiri atau perut sendiri, melainkan untuk banyak orang.

Sehingga Allah turut titipkan dan cukupkan semua kebutuhan kebutuhan tersebut melalui wasilah dirinya.

Sampai sini mulai kebayang ya 🙂 

Dan yang tidak kalah pentingnya, hati yang luas ini harus didasari ketulusan karenaNya.

Percuma kalau niatnya sudah bagus, hatinya sudah luas namun cuma sekedar modus, hanya agar Allah mau mengabulkan permintaan kita..

Astagfirullahaladzim..

Bukankah Allah tau segala sesuatu?

“Sesungguhnya Allah mengetahui yang tersembunyi di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati.”(QS.Fathir:38)

Pesan penting kelas life meaning yang ingin saya sampaikan adalah 

Kita harus paham, bahwa setiap kesuksesan dan keberhasilan datangnya dari Allah , bukan karena kita yang hebat.

Apalagi menganggap karena ikhtiar diri sendiri, sama sekali bukan, di materi sebelumnya juga sudah sering ya kita bahas hal ini

Bahkan suatu urusan tidak akan selesai jika Allah menyerahkan kepada kita walaupun hanya sekejap mata, tanpa pertolongan dariNya, seperti doa yang sering kita baca saat dzikir pagi/petang :
 
Ya hayyu ya qoyyum bi rahmatika astaghiits, wa ash-lihlii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin abadan

Artinya: Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri tidak butuh segala sesuatu, dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata tanpa mendapat pertolongan dari-Mu selamanya.”

Sekeras apapun ikhtiar kalau Allah tidak berkehendak ? Gimana?

Bukankah semua terjadi karena kehendakNya dan campur tangan dariNya?

Jika kita sudah paham demikian, maka setiap kesuksesan dan keberhasilan kita niatkan hanya untukNya untuk membesarkan Agama Allah(kebermanfaatan).

Bukan hanya untuk memenuhi nafsu diri sendiri, mengenyangkan perut sendiri, dan demi kepentingan diri sendiri.

Harus lebih dari itu, yaitu tentang..

*Kebermanfaatan untuk umat*

*Kontribusi untuk umat*

Dan *mendistribusikan banyak manfaat*

Maka kawan, jika hati kita sudah tulus demikian apa alasan Allah untuk tidak mengabulkan doa doa kita? 🙂

Sebagai pesan penutup, dimensi lain ketika kita memiliki hati yang luas adalah tentang KEMELEKATAN

Jadi, ketika kita semakin melekat dengan uang misalnya, maka secara alam bawah sadar posisi uang itu ada diatas kita

Itulah kenapa seakan kita merasakan kesulitan mendapatkan uang, semestinya posisi uang itu setara dengan kita, bahkan dibawah kita

Dengan tidak adanya kemelekatan

Ami percaya orang yang memiliki hati yang luas akan berdampak dengan rezeki yang luas dan memiliki kapasitas diri yang lebih luas

Pasti berbeda bukan, kapasitas owner perusahaan dengan karyawan perusahaan?
 
Pasti berbeda kapasitas orang yang berpenghasilan 100 juta per bulan dengan orang yang berpenghasilan 10 juta per bulan?
 
mana yang kapasitas dirinya lebih besar?

Tentu owner perusahaan atau yang memiliki penghasilan 100 juta per bulan memiliki kapasitas diri yang lebih besar dari segi ikhtiar yang lebih, pembelajaran, dan lain sebagainya.

Sekali lagi, rezeki itu ibarat pesawat terbang dan landasannya

Pastinya tidak mungkin pesawat terbang yang besar salah mendarat di landasan yang kecil apalagi gang yang sempit..

Begitu juga dengan rezeki

Rezeki yang besar mustahil mendarat di orang yang memiliki hati yang sempit dan kapasitas diri yang masih kecil..

So, bukan pesawat kita yang diperkecil, namun landasannya yang diperbesar..

Bukan rezekinya yang di batas batasi, namun hati kita yang harus diperluas, dan kapasitas diri kita yang diperbesar 🙂

Bagaimanapun seseorang, jika diberikan kesempatan berkelimpangan harta.

Namun masih memiliki hati yang sempit dan kapasitas diri yang masih kecil, maka suatu saat akan kembali berkekurangan..

Sebaliknya, orang yang belum memiliki banyak harta, namun memiliki hati yang luas, dan terus meningkatkan kapasitas diri yang besar tinggal tunggu waktunya rezeki akan datang..

Dan kabar baiknya semua bisa memiliki kesempatan mendapatkan rezeki yang luas, dengan cara memiliki hati yang luas dan kapasitas diri yang besar 🙂

Bagaimana caranya? 

Yups dengan terus melatihnya!

Karena “Otot dilatih dengan beban, otak dan pikiran dilatih dengan permasalahan – permasalahan”

“Bukan rezekinya yang sulit, tapi manfaat kita untuk orang lain yang masih sedikit”

Jadi siap yah untuk berbenah bersama? ^^

Kita latihan yuk, sebelumnya sebagai pelengkap materi teman teman boleh simak dulu vidio berikut ini ^^

Stop / matikan audio sebelum menyimak vidio disini 👇

Simak vidionya disini👇 (saran pakai versi layar yang lebar)

SESI LATIHAN DAN PRAKTIK

1. Setiap ada masalah atau tekanan hidup yang melanda, baca doa Nabi musa berkali kali (dengan rasa dan hadirkan Allah di hati)

Robbis rohlii shodrii, wa yassirlii amrii, wahlul ‘uqdatam mil lisaani yafqohu qoulii’

Kejar dulu ketenangan dari-Nya sebelum menyelesaikan segala urusan, jadilah pribadi yang selalu tenang dalam berbagai keadaan

2. Ganti kata mencari rezeki dengan menjemput rezeki

Ingat, rezeki itu suatu hal yang pasti (jaminan Allah) kita tidak perlu mencari kembali namun kita perlu menjemput rezeki yang sudah Allah siapkan dengan usaha/ikhtiar, termasuk kata mencari jodoh ganti menjadi menjemput jodoh hehe

3. Latih diri memiliki hati yang luas, mindsetnya dirubah sebagai distributor/pengantar rezeki dan manfaat bagi orang lain.

Bukan sekedar untuk nafsu nafsu pribadi namun selalu melibatkan kepentingan banyak orang untuk kebermanfaatan

Mulailah dari merubah cara kita berdoa dengan melibatkan kepentingan banyak orang dalam doa doa kita.

Contoh sederhana mau beli mobil diniatkan untuk operasional dakwah dan kebaikan, mau penghasilan naik berkali kali lipat diniatkan untuk sedekah lebih banyak dan memberikan banyak manfaat, misalnya untuk bayarin listrik rumah rumah Quran, pesantren, masjid dll

4. Latih diri kamu untuk memiliki hati yang luas, dengan cara merespon setiap masalah yang kamu hadapi dengan respon yang positif.

Pahami, setiap kamu menyelesaikan suatu masalah, kamu juga naik kelas ke level berikutnya

5. Latih diri untuk terus memperbesar kapasitas hati dan diri, caranya dengan rendah hati selalu menjadi pribadi pembelajar, kapanpun, dari siapapun dan dimanapun

6. Latih diri untuk sering sering mendoakan orang lain, mendoakan orang lain itu dapat memperluas hati

Ketemu orang lagi jualan, doain supaya laku

Melihat orang sakit, doain supaya Allah berikan kesembuhan dan digugurkan dosa dosanya

Kapanpun, siapapun dan dimanapun latih diri untuk terus mendoakan orang lain

6. Latih diri memiliki visi yang besar kedepan yang mungkin tidak masuk akal dan belum relevan dengan keadaan kita sekarang, karena orang orang beriman identik dengan visi yang besar dalam kehidupanya.

Contoh visi Nabi kita dan para sahabat, visi Muhammad Al Fatih yang menaklukan dan mengislamkan suatu kota dll

Visi yang besar = visi yang memberikan banyak kebaikan dan memberikan manfaat bagi umat islam dan banyak orang

Izin sedikit sharing untuk contoh kebaikan, semoga Allah jauhkan hati kita dari perkara riya.

Dulu awal awal merintis usaha kami pernah punya visi punya banyak Rumah Al Qur’an yang operasionalnya ditopang dari profit usaha.

Kala itu dengan budget semampunya.

Kami mencoba mulai dari mensewa satu pintu kontrakan, karena santrinya semakin banyak akhirnya kami tambah satu pintu lagi, sehingga jadi dua pintu

Singkat cerita, ada orang baik mengizinkan salah satu rumahnya yang cukup besar untuk di tempati santri santri Rumah Qur’an ini. 

Dan hingga saat ini sudah ada ratusan orang alumni yang menghafal di Rumah Qur’an ini dan terus membangun kolaborasi

Masya Allah.. visi yang besar akan Allah bimbing untuk mewujudkanya, Allah datangkan bantuan bantuan, Allah temuin dengan orang orang dengan visi besar lainya..

So, apa rencana visi besar kamu?

Hati hati dengan sesuatu yang dapat menggagalkan semuanya, yaitu hanya *”Modus”* agar impian impian nafsu kita terpenuhi dibalik kata visi besar yang direncanakan, maka latih hati untuk selalu tulus hanya karenaNya dan hanya untukNya

Semua tugas latihan boleh langsung di install dalam pikiran kemudian terus menerus dipraktekan, masukan juga dalam list to do harian agar ingat terus untuk praktek latihan 🙂

Jika ada feedback/pengalaman positif boleh japri Ami ya 🙂

In syaaAllah dari sini kami bantu doakan semoga Allah mewujudkan visi besar kawan kawan 🙂

 Allahumma Aamiin ^^