Perhatian Sama Organ Paling Penting

Bismillahirahmanirahim

Assalamualaikum Warahmatullahi wabarokaatuh

Alhamdulilah kita bertemu lagi dalam pembinaan materi ketiga Kelas Terapi Menarik Rezeki

Bagaimana terkait materi pertama dan materi kedua? Ami harap sudah sama sama kita mulai praktekkan yah 🙂

Sudah tau ya sekarang harus fokusnya kemana? jangan sampai salah fokus hehe

Fokus utama kita agar semakin dekat denganNya, semakin kenal denganNya dan semakin taat kepada-Nya

hanya dengan TAAT, Allah akan berikan kemudahan, petunjuk, dan bimbingan.

Tanpa taat, mungkin dunia akan datang, tapi dunia datang untuk memperbudak kita.

Jika dengan taat, dunia akan datang kekita dengan tunduk dan hina.

Taat kepada Allah sudah terbukti membawa  kita kepada kebahagiaan

Dan kemaksiatan terbukti membawa kita kepada kesengsaraan.

Dan sebesar apapun kesulitan kita selama di dalam ketaatan, pasti akan berakhir kebahagiaan

Jika dalam perjalanan ternyata mendapat banyak kemudahan demi kemudahan, itu hanya bonus dari Allah untuk kita.

Jangan sampai kita mengejar bonusnya namun meninggalkan yang paling utama.

Karena bonus adalah janji dan jaminan dari-Nya, sedangkan tidak ada yang menjamin kemudahan di akhirat nanti jika kita tidak dekat, kenal dan taat kepada-Nya

Semoga Allah selalu bimbing kita dan Allah berikan kemudahan untuk kita semua dalam proses menuju perbaikan dan ketaatan, aamiin 🤲😊

Insya Allah isi dalam materi kali ini kita akan membahas organ yang paling berperan dalam diri kita

Yes,Organ Tersebut Adalah Hati 

Kenapa sih penting kita membahas ini?

✅ Karena sejatinya hati yang menjadi pemimpin diri ini

✅ Karena hati juga organ yang paling cepat kotornya dan cepat lelahnya

Berfikirnya kita adalah singkronisasi otak dengan hati

Gerbang daripada hidayah juga ilmu sangat berpengaruh dengan kondisi hati

Berbicara pun sebenarnya menggunakan hati, mulut yang menyampaikan apa yang ada di dalam hati 

Dalam sebuah hadist Rasulullah bersabda :

“Sesungguhnya dalam tubuh manusia ada segumpal daging. Apabila ia baik maka akan baik pula seluruh tubuhnya. Dan apabila ia buruk maka buruk pula seluruh tubuh. Ketahuilah dia itu adalah hati.” [HR: Imam Bukhari dan Imam Muslim]

Dilanjut dengan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah kembali menegaskan :

Amalan badan tidak akan diterima tanpa perantara amalan hati. Karena hati adalah raja, sedangkan anggota badan ibarat prajuritnya. Bila Sang Raja buruk, maka akan buruk pula seluruh prajuritnya.

Teman teman, keluargaku semua

Ternyata indikator baik buruk seseorang bukan tergantung seberapa pintar orang tersebut, ataupun seberapa kaya orang tersebut, namun sebaik apa hati orang tersebut.

Bahkan ustadz saya pernah berkata, “banyak di hari ini yang takut bajunya kotor, tapi tidak takut hatinya kotor, banyak yang ingin mempunyai halaman rumah yang luas, tapi sedikit yang ingin punya hati yang luas”

Banyak juga yang mempelajari syariat-Nya, mengerjakan ibadah ibadah-Nya, tapi hatinya tidak bertemu dengan-Nya 😔

Maksudnya gimana? Semua rangkaian yang dilakukan tanpa ada rasa bahkan terasa hambar

Melakukan ibadah gak kerasa, hanya bergerak bergerak saja (menggugurkan kewajiban)

bekerja juga hanya sekedar rutinitas, dzikir hanya terucap di mulut.

Ibaratnya begini, coba teman teman bayangin ya

Kita udah baik sama seseorang, kita ngasih dia segalanya (semua yang dia inginkan dan butuhkan).

Mulai dari rumah, mobil, pakaian, makanan dan kekayaan kekayaan lainya,

Ehh cara berterimakasih orang tersebut malah begini..

“Makasih ya! pokoknya makasih..makasih…makasih…makasih disebutin sampai 100 kali”

Bilang makasihnya seolah gak niat sama sekali, setengah hati, gak pake adab bahkan bisa dibilang sekedar ngucap doang 

Kira kira gimana ya perasaan kita kalau digituin?

Kepikiran gak mau ngasih segalanya lagi untuk dia? enggak dong ya? bahkan jadi ilfil?

Nah, jangan2 kita pakai gaya yang sama ngelakuin ini kepada Allah 😔

Misalnya, iya sih kita ngucap alhamdulilah sampai 1000 kali lebih malah

Tapi hanya mengucap syukur di bibir, mengejar banyaknya kuantitas tapi “gak ada rasa” merasakan syukur di hati

Hmmm, mengucapkan syukur itu berbeda sama merasakan syukur.

Bisa jadi mulutnya sedang bersyukur, namun di hatinya sama sekali tidak benar benar merasakan syukur

Karena bisa jadi satu ucapan syukur lebih Allah terima, karena diucapkan dengan penuh kesadaran, ketulusan, keikhlasan dan sepenuh hati

Daripada ribuan syukur yang hanya terucap lewat dibibir, namun hatinya tidak merasakan, bahkan bertolak belakang dengan apa yang diucapkan

Maka teman teman, poinya adalah

Jangan sampai gerakan kita atau ucapan kita, mendahului hati kita, libatkan selalu hati, agar hati kita senantiasa hidup

Karena Ketika hati kita hidup, maka hati kita akan selalu bertemu dengan-Nya.

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah Rahimahullah membagi hati manusia menjadi tiga, 

1. Hati yang sehat 
2. Hati yang sakit 
3. Hati yang mati

Banyak orang saat ini, bahkan mungkin kita, ataupun yang menyampaikan pesan ini dimana hatinya itu sedang dalam kondisi sakit, atau bahkan mati..

Hati yang mati itu cirinya, hati yang tidak kenal dengan Rabbnya, berdiri diatas nafsu dirinya sendiri, serta mengerjakan hal hal yang dibenci dan dimurkai Allah, tidak peduli terkait Allah Ridha atau tidak dengannya

Sedangkan hati yang sakit, adalah hati yang mungkin masih ada kehidupan, namun berpenyakit.

Terkadang sadar untuk berbuat taat, terkadang lalai juga, mungkin bahasa kita menyebut dengan STMJ “Shalat Terus Maksiat Jalan” ⛔️

Hati yang sakit ibarat tubuh yang sakit, kalau tubuh kita sedang sakit pasti kalau makan makanan seenak apapun rasanya akan hambar, betul?

Begitu juga dengan hati yang sedang sakit, ketika melakukan ibadah, dia akan terasa hambar, tidak merasakan kenikmatan dalam beribadah

Kalau hati yang sakit tidak segera diobati, maka sakitnya bisa semakin parah dan lama kelamaan akan mati

Btw, kalau menurut teman teman orang yang meninggalkan shalat, hatinya sakit atau mati?

Hmm bisa jadi mati, bisa jadi sakit.. 

“Lho maksudnya kak? Bukannya sudah mati ya?”

Iya, kalau meninggalkan shalat hatinya gelisah, wallahu a’lam mungkin hatinya sedang sakit..

Beda lagi kalau meninggalkan shalat atau ibadah wajib lainnya tidak ada kegelisahan alias biasa saja, mengerjakan maksiat biasa saja

wallahu a’lam mungkin hatinya sakit parah atau bahkan mati..

Akibatnya apa sih, kalau hatinya sakit atau mati?

Diantaranya :

💔 Sulit menerima nasihat

💔Sulit mendapat hidayah

💔 Senang bahkan bangga melakukan maksiat

💔Hanya berambisi mengejar dunia, melupakan akhirat

💔 Ibadah hanya sekedar melakukan rutinitas (menggugurkan kewajiban)

💔 Kena masalah dikit, galaunya luar biasa

💔 Sering sedih, merasa hampa, kesepian dlsb

💔 Selalu mengalami kegelisahan dalam hidup

Dll

Teman teman, pasti yang paling sama sama kita harapkan adalah hati yang hidup.

Dan hati yang hidup adalah hati yang selalu bertemu denganNya, selalu mencari RidhaNya, taat kepadaNya, dan berusaha mengikuti apa yang dilakukan Rasul-Nya

Seperti apa bagian dari hati yang hidup?

Dalam surat Al Anfal ayat 2 Allah menjelaskan :

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.”

Yes, salah satu tanda hati yang hidup adalah hati yang bergetar apabila disebut nama-Nya, dan bertambah imannya apabila dibacakan ayat ayatNya.

Hati yang hidup takut kepada Allah

Dia sadar Allah selalu mengawasi, dan paham setiap detik dari hidupnya tidak luput dari pengetahuan Allah, maka dia takut jika berbuat salah 

Selalu mempertanyakan, bagaimana pandangan Allah terhadapnya..?

Dalam level tertingginya, sering kita sebut dengan ihsan

Yaitu “Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatNya, jika engkau tidak melihatNya, sesungguhnya Dia pasti melihatmu.”

Hati yang hidup selalu peka dan terkoneksi kepada-Nya

Dalam aktifitas dan segala hal selalu melibatkan Allah..

Bekerja, beribadah dan apapun yang dilakukan selalu melibatkan Allah, sehingga hatinya selalu connect kepada-Nya..

Hati yang hidup juga patuh dan tunduk serta ridha dengan segala ketentuanNya

Biasanya selalu mencari celah untuk bersyukur dalam segala keadaan, karena yakin Allah sangat mencintainya dan tidak mungkin dzalim terhadapnya.

Lantas pertanyaannya, bagaimana agar memiliki hati yang hidup?

✍️ Pertama, jangan taruh dunia didalam hati..

Harta jangan ditaruh di hati..

Bisnis jangan ditaruh dihati..

Kendaraan jangan ditaruh di hati..

Rumah jangan ditaruh dihati..

“Iyalah kak, gak muat kalau kendaraan di taruh di hati”

Hehe tentu benar.

Maksudnya secara makna.

Pasti temen temen paham kendaraan tempatnya di garasi, namun kalau apa apa kepikiran terus dengan kendaraan, berarti kendaraannya sudah bukan di garasi, tapi pindah…

Dari garasi kedalam hati, paham ya maksudnya ☺️

Termasuk barang2 atau sesuatu yang lainnya

Syeikh Abdul Qadir Al-jailani mengatakan:

“Letakkan dunia di atas tangan mu, jangan di dalam hatimu, hatimu harus terus merasakan kehadiran Allah, sebutlah nama-Nya. Penuhilah hati mu dengan nama-nama-Nya nan indah.”

Karena teman, hati itu seperti satu ruang yang kosong, jika hati diisi dengan perkara dunia, maka tidak ada ruang lain untuk Allah hadir dihati kita

Bukankah dunia pun sangat kecil bagiNya..

Hadist Qudsi mengatakan :

“Wahai dunia, layanilah siapa yang taat kepadaku, dan perbudaklah siapa yang mencintaimu”.

Kuncinya adalah : ketika kita taat, dunia akan datang sukarela dengan tunduk dan dalam keadaan yang hina, namun tanpa kita taat, dunia akan datang hanya untuk memperbudak kita

Maka keluargaku tecinta, jangan sampai di satu ruang di hati kita, isinya hanyalah ambisi mengejar dunia dan nafsu nafsu kita, sehingga tidak ada ruang bagi-Nya untuk mengisi ruang di hati kita

Ada sebuah kisah menarik antara seorang guru dengan muridnya :

Seorang guru berkata : 

“Wahai anakku, apa yang sekiranya engkau lakukan jika ada walikota, gubernur bahkan presiden akan berkunjung ke rumahmu?”

“Aku akan mempersiapkan segalanya, membersihkan dan merapihkan rumah, bahkan aku hias sebaik mungkin dan diberikan wewangian agar semakin nyaman” Jawab sang murid

Sang guru kemudian terdiam, matanya berkaca kaca hingga tak terbendung, perlahan air mata sang guru jatuh menetes, sambil menatap kepada muridnya dia berkata :

“Lantas bagaimana mungkin engkau mengundang Allah hadir kedalam hatimu… sementara hatimu masih kotor, berantakan, bahkan masih penuh dengan nafsu nafsumu” 😭

“Anakku, jika kebahagiaan dan ketenangan ingin engkau raih, maka hadirkan sang pemilik bahagia yang maha segalanya hadir kedalam hatimu”

Untuk mengundang Allah, maka siapkan tempat terbaik di dalam hatimu

Bersihkan hatimu dari segala jenis kotoran (cinta terhadap dunia, ego, hawa nafsu, amarah) dan berikan juga wewangian berupa kebaikan serta cinta kepadaNya dan makhlukNya

Semoga Allah sang maha cinta hadir di dalam hati kita,

✍️ Kedua, carilah ketenangan hidup yang sejati

Teman teman, ada doa yang sangat indah diajarkan Rasulullah dan sangat bagus kita pahami dan hafalkan

Begini doanya 👇

“Allahumma inni as-aluka nafsan bika muthma-innah, tu’minu biliqo-ika wa tardho bi qodho-ika wataqna’u bi ’atho-ika.”

Artinya : “Ya Allah, aku memohon kepadaMu jiwa yang merasa tenang kepadaMu, yang yakin akan bertemu denganMu, yang ridho dengan ketetapanMu, dan yang merasa cukup dengan pemberianMu.”

Jujur, doa ini sering membuat hati Ami merasa tenang, ketika kita mau memahami tiga poin yang menarik dalam doa ini,

bukankah ketenangan hati adalah puncak keinginan kita dalam menjalani kehidupan ini? 

Jadi ada 3 poin utama yang diajarkan dalam doa ini agar jiwa kita selalu tenang kepada Allah

Poin 1 : Yakin bahwa suatu hari nanti kita akan bertemu denganNya.

Orang yang yakin akan bertemu dengan Allah adalah orang yang mempunyai kejelasan tujuan hidup

semakin jelas tujuan hidupnya, maka akan semakin damai hati seseorang dalam menjalani hidup. Jika belum jelas tujuan hidupnya, maka ia akan galau tentang hidupnya.

Maksudnya kejelasan tujuan hidup bagaimana kak?

Adalah orang yang paham bahwa konsep hidup itu kita dari Allah menuju Allah

Inna lillahi  wa inna ilaihi raji’un  

Hidup ini hanya untuk mencari perhatian dan penilaian Allah, bukan penilaian dan perhatian manusia.

Sehingga dia tidak pusing dengan berbagai macam perkataan dan penilaian manusia atas dirinya.

Seringkali kita sering menyakiti hati sendiri (menderita dalam hidup) karena terlalu pusing dengan apa kata orang dan terlalu khawatir dengan pandangan orang kepada kita,

namun kita tidak terlalu khawatir tentang pandangan Allah terhadap kita 😔

Poin 2 Jiwa yang selalu ridha dengan segala ketetapan-Nya

Kita selalu bilang dan yakin bahwa Allah selalu memberi yang terbaik untuk kita

“Betul yaa?

Kalau begitu, kenapa kok suka protes dan mengeluh saat Allah berikan masalah di dalam kehidupan? katanya yakin? 😄

Sayangnya teman teman, kita selalu menilai apapun yang tidak sesuai dengan selera nafsu kita adalah masalah

Allah sampaikan di surat Al Baqarah 216

“Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”

Harusnya, Jika kita percaya dan yakin bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik untuk kita,

Maka sesuatu yang tidak sesuai dengan ekpektasi, tidak kita framing lagi dengan nama masalah, Betul?

Karena yang dihadirkanNya kepada kehidupan kita pasti yang terbaik untuk kita

Maka, sebagai orang yang beriman kita harus selalu bisa menerima segala apa yang Allah tetapkan.

Karena yakin bahwa Allah adalah Dzat yang Maha Penyayang, kita selalu bisa menemukan keindahan dalam setiap takdir yang Allah tetapkan.

Karena datangnya berbagai penyakit atau ketidaktenangan dalam jiwa disebabkan karena kita tidak mau menerima dan selalu berontak atas segala takdir yang hadir dalam hidup.

Dalam suatu kesempatan Ali bin Abi Thalib pernah berkata 

“Aku bahagia jika Allah mengabulkan doaku, namun aku lebih berbahagia jika Allah tidak mengabulkan doaku, karena yang pertama tadi adalah inginku, yang kedua adalah inginNya Allah dan pilihan Allah pasti yang terbaik untukku”

Orang yang memiliki jiwa seperti inilah mereka yang bisa ridho terhadap apa yang Allah takdirkan dalam hidupnya

sehingga apapun yang terjadi ia akan tetap merasa tenang, karena ia tau bahwa Allah pasti memberikan yang terbaik kepadanya

sekalipun isinya menurut pengertian dirinya adalah masalah.

Poin 3 Jiwa yang selalu merasa cukup dengan segala pemberianNya

Kita harus sadar dan paham bahwa apa yang kita miliki adalah titipan-Nya, semua adalah milik-Nya

Dan kita adalah orang yang sedang dititipi, kita bukan yang memiliki, dan pada aslinya kita memang tidak memiliki apapun

Sayangnya kita sering mengaku ngaku memiliki apa apa yang sedang Allah titipi 

Bahkan terkadang lebih sibuk menagih apa apa yang belum dititipi namun tidak mensyukuri apa apa yang sudah dititipi..

Mungkin, karena pada dasar sifat manusia adalah serakah (tidak pernah puas)

Hingga Nabi bersabda 

“Seandainya manusia diberi satu lembah penuh dengan emas, ia tentu ingin lagi yang kedua. Jika ia diberi yang kedua, ia ingin lagi yang ketiga. Tidak ada yang bisa menghalangi isi perutnya selain tanah. Dan Allah Maha Menerima taubat siapa saja yang mau bertaubat.” (HR. Bukhari)

Maka dengan memiliki jiwa yang penuh syukur inilah yang membuat hati kita selalu cukup dengan segala pemberianNya.

Selalu bisa menemukan celah syukur atas segala kejadian dan mampu menikmati apa yang Allah berikan

Mudah mudahan Allah selalu membimbing hati kita dan melembutkan hati kita ya keluargaku 

Semoga Allah izinkan kita semuanya merasakan nikmatnya punya hati yang damai dan ketenangan karna Allah.

allahumma aamiin

Untuk memperkaya materi tentang hati, setelah materi ini temen temen boleh luangkan waktu tonton vidio berikut 

 

SESI LATIHAN DAN PRAKTIK

Lanjut ke latihan/ praktik menghidupkan hati yah ^^

1. teman teman cari ruang/tempat yang kondusif untuk menyendiri (Me time), pastikan menghilangkan semua gangguan sejenak dan tenangkan pikiran

kalau sudah,kita mulai dari menarik nafas perlahan..

Hembuskan dengan mengucap Alhamdulilah..

Ulangi lagi tarik nafasnya secara perlahan kemudian hembuskan dengan mengucap alhamdulilah..

Terus ulangi berulang ulang, pokoknya hingga rasa syukur benar benar dirasakan saat mengucap kata alhamdulilah…

Selanjutnya letakkan tangan kanan teman teman tepat di atas dada, tepat dimana hati berada

Dengan menghadapkan dan mengkoneksikan hati ke Allah..

Rasakan bahwa Allah sedang melihat kamu, rasakan bahwa Allah sedang mendengar kamu, rasakan bahwa Allah sedang benar benar memperhatikan kamu…

Tundukan hati dengan penuh kekhusyu’an lalu berdoa (ikuti bersama sama doa berikut ini)…

Bismillahirahmanirahiim

Ya Allah, sungguh hamba benar benar lemah dalam menguasai hati ini ..

Hati ini sudah penuh dengan nafsu hamba ya Allah..

Ya Allah, hati ini sudah sangat sakit, bahkan sudah mati..

Maka Ya Allah, sebagaimana Engkau mampu mendetakkan jantung di dalam dada ini dan sebagaimana Engkau menggerakan sel sel yang ada di dalam tubuh ini..

Mohon bimbing juga hati ini Ya Allah, agar didalam hati ini tidak ada nama lagi selain nama Engkau ya Rabb..

Sungguh ya Allah, hamba sendiri tidak bisa menguasi hati ini, sebagaimana hamba tidak bisa mendetakan jantung hamba sendiri Ya Rabb..

Ya muqollibal quluub tsabbit qolbi ‘alaa diinik

Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hati hamba ini di atas agamaMu

Ya Allah, Hamba memohon kepadaMu jiwa yang merasa tenang kepadaMu, jiwa yang yakin akan bertemu denganMu, jiwa yang ridho dengan ketetapanMu, dan jiwa yang merasa cukup dengan pemberianMu.

Selanjutnya boleh ditambahkan doa terbaik versi teman teman, di kesempatan terbaik ini

Kita bantu aminkan dari sini ya ☺️ 

2. Setiap sebelum shalat atau melakukan ibadah, jangan buru buru mulai terlebih dahulu

Sadari duluu, ini saya lagi ngapain…

Jangan sampai apa yang dilakukan terjadi secara gerakan otomatis begitu saja, jangan sampai fikiran masih kemana mana, dan jangan sampai gerakan fisik mendahului hadirnya hati

Sadari sepenuhnya dalam hati (mindfull) “Ya Allah hamba mau menghadap Engkau”

Misalnya saat sebelum shalat, ketika hati mulai connect dan sudah sepenuhnya sadar, mulailah takbiratul ihram dan rasakan komunikasi penuh kepadaNya

3. Jika ibadah kita mulai terasa hambar, mudah merasa sakit hati, mudah marah dll

Coba cek kedalam hati, bisa jadi itu adalah indikasi hati yang sedang sakit

Jika demikian, jangan lagi melakukan pelarian / memberikan solusi yang mungkin salah namun kita anggap dapat memperbaiki,

seperti mendengarkan musik, menonton film, mengalihkan kepada aktifitas2 lain yang membuat senang.

Sebagaimana ruh itu membutuhkan jasad, maka hati juga membutuhkan kedekatan dengan Rabb-Nya,.

Ada berbagai cara yang bisa kita lakukan, seperti : 

✅ Duduk di majelis ilmu, mendengarkan kajian sehingga dapat menghidukan hati kembali

✅ Bertemu dan berkumpul dengan sahabat shalehah,

✅ Melakukan shalat sunnah taubat

✅ Membaca Al Qur’an berikut maknanya dll

✅ Jadwalkan untuk mengunjungi/menjenguk orang sakit dan Sering-seringlah engkau mengingat kematian.

Pada satu kali datang seseorang kepada ‘Aisyah dan minta nasehat 

“Ya Ummul mukminin, sesungguhnya aku memiliki penyakit. Adakah engkau memiliki obatnya. Lalu ‘Aisyah bertanya : Apa penyakitmu. Dijawab : Hatiku keras. ‘Aisyah berkata : Itu adalah seburuk buruk penyakit.”

Selanjutnya ‘Aisyah memberikan resep untuk orang ini yaitu :

Sering-seringlah engkau mengunjungi orang sakit dan Sering-seringlah engkau mengingat kematian.

Note : untuk mengetahui teman teman sudah mengerjakan latihan ini, boleh kirim pesan juga sharing, apa yang kamu rasakan setelah praktek latihan latihan tadi, melalui tombol setelah sesi ini.

Semoga Allah berkahi dan semoga Allah mudahkan

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

Stop / matikan audio disini 👇

Tidak diperkenankan mencopy, menyebarkan seluruh atau sebagian dari isi konten ini kepada selain peserta ya, barakallahu fiikum 🥰

@momentpulih

Program Ini Dipersembahkan Sepenuh Cinta Untuk Kesehatan Mental Muslimah Indonesia ❤️